Kelebihan dan Kekurangan Suspensi Upside Down – Bagi teman freakers pencinta roda dua, tentunya mempunyai motor sport dengan suspensi upside down menjadi daya tarik tersendiri, bukan?. Bahkan, tidak sedikit orang yang menyebabkan suspensi yang dipakai sebagai pertimbangan dikala membeli motor. Salah satu motor yang baru- gres ini diluncurkan, Honda CRF150L, memakai suspensi upside down. Nah, sebelum teman freakers tetapkan menentukan motor menurut jenis suspensi, Otofreak bakal jelasin nih kelebihan suspensi upside down.

Kelebihan dan Kekurangan Suspensi Upside Down

Kelebihan dan Kekurangan Suspensi Upside Down Kelebihan dan Kekurangan Suspensi Upside DownSesuai namanya, suspensi upside down mewakili pemasangan suspensi yang dibalik. Tapi, tidak sesederhana itu. Dilansir dari Motorcyclist Magazine, pada suspensi konvensional, bab batang chrome(stanchion) berada di bab atas dan dijepit oleh triple clamp, sedangkan batang yang lebih besar (female/slider) berada di bab bawah. Adapun pada bab upside down kebalikannya, bab yang mempunyai diameter lebih besar (female/slider) di bab atas, dan stanchion di bab bawah. Jadi, seberapa besarkah imbas dari perbedaan pemasangan tersebut? Jawabannya ialah tingkat kekakuan yang diberikan oleh masing-masing suspensi. Mengapa begitu? Saat teman melaksanakan manuver atau pengereman, gaya terbesar yang diterima oleh suspensi ada di bawah jepitan triple clamp. Lalu, cara termudah untuk meningkatkan kekuatan di bab tersebut yakni dengan menjepit bab suspensi dengan diameter terbesar (bagian slider).

Keuntungan lainnya, khusus suspensi upside down, bab slider lebih panjang dibanding suspensi konvensional. Sehingga, menciptakan bab batang chrome (stanchion) pada upside down sedikit terekspos dibanding konvensional. Ditambah lagi, suspensi jadi lebih kuat.

Bicara soal kelebihan, tak lengkap rasanya jikalau tidak membahas kekurangan dari suspensi upside down ini. Jika suspensi konvensional bocor, maka isinya akan meluber ke bab samping dan mengenai slider saja. Sedangkan, pada suspensi upside down, jikalau mengalami kebocoran maka oil yang keluar berisiko mengenai bab kaliper rem. Wah ancaman juga yaa. Selain itu, oli juga akan jadi cepat habis ketika ada kebocoran alasannya ialah tarikan gravitasi.

artikel terkait:�4 Kesalahan Penggunaan Lampu Hazard